apotik online terpercaya

WASPADAI SAKIT PERUT BAGIAN BAWAH

| October 31, 2012 | 0 Comments

Bila sering merasakan sakit perut di bagian bawah jangan terburu-buru minum obat.  Lebih baik dikompres dengan handuk dan air hangat.  Bila dalam 2-3 menit sakitnya hilang maka tidak ada masalah.  Namun, bila sakit tak kunjung hilang maka sebaiknya konsultasi dengan dokter karena dikhawatirkan sakit itu berasal dari usus besar, usus buntu yang berada di perut sebelah kanan bawah atau muntaber bila disertai mual.

Ada pula sakit perut bagian bawah yang tiba-tiba datang dan menghilang.  Ini sering dialami perempuan menjelang menstruasi yang terkadang sakitnya dua kali lipat.  Waspadai gejalanya seperti radang usus buntu yang menyebabkan sakit perut pada bagian kanan bawah.

Berikut beragam sakit perut bagian bawah:

1. Endemetriosis

Endemetriosis merupakan jenis penyakit yang diderita oleh wanit pada usia reproduksi.  Terdapat jaringan endometrium yang melapisi bagian dalam Rahim yang tumbuh dan luruh pada saat haid.  Pada penyakit ini, jaringan endometrium bukan berada di dalam rahimnamun justru berada di di luar rahim.  Muncul bercak, benjolan dan penempelan jaringan endometrium pada jaringan sekitarnya dan terus tumbuh.  Hal ini menimbulkan rasa sakit yang hebat dirasakan pada saat haid.  Dampak terburuk dari penyakit ini adalah tidak bisa memiliki keturunan.

2. Diverticulitist

Diverculitist adalah radang pada perut bagaian kiri bawah karena ditemukan kantung cairan pada usus besar akibat infeksi bakteri.  Rasa sakit biasanya terjadi sehabis makan.  Perut terasa kembung dan pada keadaan parah bisa menimbulkan diare dengan feses berlendir.

3. Penyakit Crohn

Penyakit ini merupakan radang pada bagian akhir dari usus kecil yang menyebabkan sakit di bagian kanan bawah perut.  Penyakit ini mempengaruhi semua fungsi penceranaan mulai dari usus hingga sampai ke mulut.

Gejalanya sangat beragam.  Di antaranya diare, muntah dan sakit perut.  Pada kondisi tertentu, penderita penyakit ini mengeluarkan darah pada saat buang air besar karena adanya peradangan di saluran pencernaan.  Penderita juga bisa menjadi kurus karena berat badan turun drastic akibat dari radang di saluran pencernaan.  Gejala lain adalah ruam kulit, peradangan mata dan radang sendi.  Perokok berpeluang 3 kali lebih dibandingkan orang yang tidak merokok.

4. Usus Buntu

Usus buntu adalah penyakit perut di bagian bawah yang disebabkan oleh kuman atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh dan menyerang usus.  Kuman yang masuk itu menyebabkan peradangan di dalam usus bila tidak segera ditangani, dikhawatirkan pecah dan menyebar ke bagian yang lain.  Banyak orang berpendapat usus untu disebabkan terlalu banyak mengkonsumsi cabai atau jambu biji.  Pendapat ini hanyalah mitos.  Usus buntu murni disebabkan oleh bakteri atau kuman yang menyerang usus.

Gejala yang lain adalah badan terasa tidak enak, meriang di sekujur tubuh.  Nafsu makan berkurang karena adanya radang di usus.  Penderita juga merasakan sembelit atau kontipasi dan sering buang angin serta terjadi pembengkakan pada perut.  Pengobatan yang dilakukan oleh dokter biasanya dengan melakukan operasi terutama usus buntu yang sudah berlangsung lama.

5. Kolera

Penyakit kolera adalah penyakit menular yang bisa menyebar ketika berdekatan dengan penderita.  Penyakit ini menyerang perut bagian bawah dan disebabkan bakteri yang masuk ke dalam tubuh.  Bakteri tersebut bernama bacterium Vibrio Cholerae.  Bakteri Vibrio Cholerae masuk ke makanan dan minuman yang diolah dengan sanitasi yang buruk.  Vibrio Cholerae biasanya berada di ikan yang dimasak kurang benar.  Gejala lain adlah penderita mengalami diare, rasa keram di perut, rasa mual dan muntah serta dehidrasi.  Dehidrasi adalahgejala yang paling berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian.

Pada masa dahulu sebelum orang mengerti penanganan penyakit kolera, banyak sekali korban berjatuhan karena kekurangan cairan atau dehidrasi.  Pengobatan yang sering dilakukan saat ini adalah dengan pemberian cairan oralit dan mengkonsumsi antibiotika untuk membunuh kuman bakteri Vibrio Cholerae.  Bila cairan oralit tidak dapat menolong lagi maka penderita harus mendapat cairan melalui infus sebgai pengganti cairan tubuh yang hilang akibat dari sering buang air besar dan muntah-muntah.

Category: Artikel Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *