apotik online terpercaya

TANGGAP FLU BURUNG

| October 26, 2012 | 0 Comments

Penyakit flu burung adalah penyakit yang sangat berbahaya, selain itu juga penyebaran nya juga sangat cepat. Penyakit yang terkenal di dunia ini sampai sekarang belum ada obat nya. Sanking parah nya flu burung juga turut mendapat perhatian dari WHO. Selain itu juga pemerintah Indonesia juga melakukan tanggap flu burung agar tidak menimbulkan virus flu burung.

Virus yang menyebabkan flu burung ialah H5N1 dimana virus ini berada pada hewan unggas seperti ayam, bebek, dll. Sampai saat ini sudah hampir ratusan juta ekor ayam di musnah kan karena terinfeksi virus H5N1. Pembantaian tersebut dilakukan dengan cara di bakar dalam suatu lubang yang besar. Hal ini di perkuat setelah orang di sekitar sana juga terinfeksi virus H5N1.

Berikut ini adalah usaha tanggap dari pemerintah Indonesia dalam mengatasi flu burung tersebut yaitu :

  1. Waspada

Apa yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi flu burung sudah di lakukan semuanya. Mulai dari sosilalisasi, melakukan kampanye dan juga menyampai kan saran kepada warga sekitar. Selain itu, pemerintah juga di minta untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memantau penyakit flu burung tersebut. warga juga di minta partisipasi nya untuk segera segera melaporkan kejadian flu burung bila ada orang di sekitar telah terkontaminasi. Nantinya akan di teruskan ke pejabat daerah.

Waspada terhadap penyakit flu burung harus di lakukan sejak dini. Bila kita melihat ada unggas yang mati mendadak, maka yang harus di lakukan pertama ialah membakar nya langsung atau memusnahkannya. Bukan Cuma dari hewan uanggas kita bisa terkena flu burung. Ternyata faktor pekerjaan juga dapat mempengaruhi terjadinya flu burung. Bila seseorang bekerja pada tempat peternakan maka harus lebih waspada dalam melindungi diri kita sendiri agar virus H5N1 tidak masuk kedalam tubuh manusia. Selain itu juga balai BOM juga melukan pemeriksaan terhadap produk makanan dan minuman.

Pada awal Indonesia terkena kasus flu burung, maka pemerintah juga sudah memberikan vaksinasi terhadap hewan unggas yang di ternak pada peternakan. Vaksinasi ini bertujuan untuk mengurangi proses perkembang biakan virus flu burung pada hewan ternak. Seperti yang kita ketahui bahwa virus flu burung dapat bermutasi dengan cepat. Paya pemerintah ini semata – mata hanya ingin bangsa ini bebas dari penyakit mematikan tersebut .

 2.   Penanganan penderita.

Cara tanggap flu burung yang berikut nya ialah melakukan penanganan pada orang yang telah terdekteksi flu burung. Mengingat banyak nya penderita yang terjangkit flu burung maka pemerintah memberikan puskesmas atau rumah sakit di kota atau kabupaten yang banyak penderita flu burung. Selain itu pemerintah juga menyarankan agar pasien yang terkena flu burung agar di tempatkan di ruangan yang khusus yang terdapat di berbagai rumah sakit.

Dalam hal ini peranan medis sangat penting bila seseorang terjangkit flu burung. Selain itu juga pemerintah akan tetap berusaha mencari cara agar virus flu burung ini tidak menular ke banyak orang lagi. Cara yang mungkin dapat di lakukan adalah melokalisir derah yang dampak flu burung nya tinggi. Dan itu harus kiat dan cepat di lakukan sebelum timbulnya korban jiwa.

Selain itu juga tanggap flu burung juga di lakukan oleh departemen kesehatan yang berkerja sama dengan departemen pertanian dalam hal mencegah flu burung. Kedua departemen ini akan bersama – sama melakukan monitoring pada manusia yang terkena flu burung tersebut. monitoring ini akan di utamakan pada daerah yang merupakan daerah yang kasus flu burung nya tinggi seperti derah ibu kota dan sekitar nya.

Tanggap flu burung memang harus di lakukan sejak dini. Upaya pemerintah dalam tanggap flu burung ini harus mendapt dukungan serta kerja sama dari masyarakat agar selalu berhati – hati dalam mengkonsumsi makanan. Penyakit bisa kapan saja menyerang kita saat kita lengah sedikit saja. Selalu mulai hidup sehat dan bersih. Kalau bukan kita yang melakukan nya terus siapa yang akan melakukan nya .

Category: Artikel Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *