apotik online terpercaya

Proses Pembuatan Susu Bubuk

| September 24, 2012 | 0 Comments

                Susu bubuk merupakan susu yang digunakan untuk pemberian anak. Susu ini terkenal karena praktis dan gampang digunakan. Susu bubuk sangat praktis digunakan karena  susu bubuk dapat bertahan lama, susu bubuk tersebut juga baik digunakan karena kandungan nya hampir sama dengan kandungan  susu cair lainnya.  Walau pembuatannya melalui proses yang panjang kandungan susu ini dapat ditambah dengan pemberian vitamin. Kita harus tau mengenai proses pembuatan susu bubuk.

Kenapa kita haru tahu tentang proses pembuatan susu bubuk  karena hal berikut :

  1. semakin meningkatnya kemampuan ekonomi warga perkotaan yang tidak dibarengi dengan peningkatan pengetahuan tentang pangan jadi kecendrungan memiliki barang hanya melihat dari segi harga tanpa tau bagaimana  kandungan susu bubuk tersebut.
  2. munculnya keinginan orang tua untuk menjadikan anak-anaknya sebagai manusia unggul, karena itu kita harus tahu apa saja kandungan zat yang membuat pertumbuhan anak meningkat.
  3. banyaknya wanita pekerja yang merasa bersalah jika tidak memberikan yang terbaik untuk buah hatinya.

proses pembuatan susu menurut macam susu nya :

Susu Mentah

Dalam keadaan segar, susu dapat bertahan pada suhu ruang tanpa mengalami kerusakan selama beberapa jam saja. Oleh karena itu susu didinginkan pada suhu 0ºC-4ºC untuk dapat bertahan selama 48 jam.

Susu Pasteurisasi

Pasteurisasi adalah pembunuhan bakteri pantogen pada pada susu dilakukan dengan memanaskannya pada suhu 71,5 – 74ºC selama 15 detik. Dengan cara ini, susu dapat disimpan selama 14 hari dalam suhu 5 – 7º C. Pasteurisasi kemudian berkembang menjadi teknologi HTST (High Temperature Short Time) metode kelanjutan yaitu memanaskan susu dengan mengalirkannya melalui plat-plat pemanas kemudian langsung dikemas.

Susu Sterilisasi

Susu ini  dipanaskan dalam suhu 120ºC selama 15 menit. Biasanya dikemas dalam kaleng. Umur simpannya dalam kemasan yang belum dibuka dapat mencapai 6 bulan dalam suhu ruang. Susu ini telah diformulasi sedemikian rupa sehingga mudah dicerna dan sangat cocok untuk penderita sakit dan anak-anak yang kekurangan gizi.

  1. Susu Kental Manis

Tujuan pembuatan Susu Kental Manis adalah untuk memperpanjang umur simpan pada suhu ruang. Sebaran Susu Kental Manis terutama diwilayah-wilayah yang masyarakatnya tidak memiliki pendingin. Pembuatan Susu Kental Manis menggunakan salah satu metoda pengawetan pangan sederhana, yaitu penambahan sejumlah gula ke dalam susu yang telah dikurangi kadar airnya sampai sekitar 40%. Sebagaimana diketahui, gula dalam jumlah tertentu merupakan penghambat tumbuhnya bakteri patogen. Susu jenis ini dapat bertahan dalam suhu ruang selama 2 tahun sebelum kemasan dibuka. Jika kemasan telah dibuka, maka umur simpannya hanya menjadi sekitar 2 bulan.

Susu Bubuk

Susu bubuk dibuat dengan cara memanaskan susu dalam suhu 80 ºC selama 30 detik. Kemudian dilanjutkan dengan proses evaporasi sehingga kadar airnya menjadi 50%. Pengeringan lanjutan dilakukan untuk menjadikannya bubuk kering. Pengeringan tahap ini umumnya dilakukan dengan alat yang bernama “spray drier” atau “roller drier” pada suhu 180 ºC selam 2 jam (untuk kapasitas 2 ton). Terdapat pula cara lain yaitu dengan freeze drier yang bertujuan mengurangi penurunan kualitas gizi susu, tetapi cara ini blum populer. Susu bubuk yang telah dikemas dalam kemasan aluminimum foil dan kotak karton dapat awet selama 2 tahun sebelum dibuka dalam suhu ruang.

Susu UHT

Teknologi UHT (Ultra High Temperature) merupakan teknologi yang menggunakan suhu sangat tinggi dan waktu yang singkat yaitu 135 – 145 ºC selama 2-5 detik. Pemanasan dilakukan dengan cara mengalirkan cairan susu dalam pipa bersuhu sangat tinggi dan langsung mengemasnya secara aseptic serta segera mendinginkannya ke suhu ruang. Tujuannya adalah untuk mematikan bakteri tanpa merusak zat gizi yang terdapat di dalam susu.

Proses pembuatan susu bubuk

  1. Penerimaan Susu Segar

Susu daripeternakan diambil.

  1. Pendinginan

Susu yang telah disaring masuk plate cooler berupa Plate Heat Exchanger (PHE) pada suhu maksimal 14 oC untuk didinginkan hingga mencapai suhu 4 oC menggunakan media chilled water bersuhu 2 oC.

  1. Pasteurisasi

Pasteurisasi bertujuan untuk membunuh semua mikroba pathogen yang dapat merusak susu serta menyebabkan penyakit pada bayi. Pasteurisasi dilakukan secara kontinyu menggunakan suhu tinggi dalam waktu singkat, atau disebut sistem HTST (High Temperature Short Time). Suhu yang digunakan adalah 83 oC dengan penahanan dalam holding tube selama 15 detik. Waktu yang singkat dimaksudkan untuk mencegah kerusakan nutrisi terutama protein yang mudah mengalami denaturasi.

  1. Compounding (Pencampuran Basah)

Compounding merupakan proses pencampuran, pendispersian, dan pelarutan komponen padat (bubuk), susu segar yang telah dipasteurisasi, dan minyak nabati yang telah diformulasi untuk memperoleh campuran yang homogen sebelum dilakukan proses pengeringan.

  1. Sterilisasi

Tujuan utama dari proses sterilisasi adalah menurunkan jumlah total sel mikroba dan spora agar susu dapat disimpan dalam jangka waktu lama tanpa pendinginan. Sterilisasi dilakukan menggunakan sistem Ultra High Temperature (UHT) dengan cara menyemprotkan atau menginjeksikan steam (Direct Steam Injection/ DSI ) ke dalam campuran susu.

  1. Evaporasi

Evaporasi merupakan proses penguapan sebagian air yang terdapat dalam susu untuk memperoleh susu pekat dengan kadar padatan sesuai dengan yang dikehendaki. Total solid bahan meningkat 10% (dari 40  menjadi 50 %) agar proses pengeringan selanjutnya lebih efisien.

  1. Dry Blending

Dry blending adalah proses pencampuran base powder yang dihasilkan spray dryer dengan raw material lainnya seperti whey powder, gula dan material premix.

Category: Gizi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *