Proses Pembuatan Produk Susu Bubuk


merupakan minuman yang telah terbukti bermanfaat bagi tubuh kita. Minuman yang identik dengan sumber kalsium ini ternyata juga merupakan minuman yang sering dikonsumsi oleh bangsa kita.

Namun perlu kita ketahui bahwa susu jika dibedakan dari bentuknya terdiri dari 2 macam, yaitu susu bubuk dan susu cair. Jenis susu yang paling sering dikonsumsi oleh bangsa kita adalah susu bubuk.

Sebenarnya jika dilihat dari segi kualitas dan mutunya, dapat dikatakan bahwa susu cair lebih berkualitas dibandingkan dengan susu bubuk. Namun meskipun fakta demikian sudah diuraiakan, mengapa bangsa kita tetap mengonsumsi susu bubuk ?

Hal ini mungkin terjadi karena adanya pengaruh bangsa asing yang mempengaruhi bangsa kita sejak dulu. Pada jaman penjajahan Belanda, masyarakat kita hanya dikenalkan pada susu bubuk, karena pada saat itu industry susu cair masih sangat terbatas di Negara kita.

Selain itu, biaya angkut dan penyimpanan susu bubuk jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya angkut dan penyimpanan susu cair yang memerlukan pendingin.

Kebiasaan ini kemudian terus berlanjut hingga sekarang ini. Sungguh merupakan sebuah budaya bangsa terjajah. Seharusnya kita mengganti konsumsi susu bubuk dengan susu cair, agar bangsa kita tidak terus tertinggal.

Sebenarnya, susu bubuk juga baik untuk kesehatan karena kandungan yang terdapat di dalamnya sama dengan kandungan yang terdapat di dalam susu cair. Namun, proses pembuatan susu bubuk inilah yang membuat susu bubuk ini menjadi kurang berkualitas.

Untuk lebih jelas mengenai proses pembuatan susu bubuk, simaklah yang berikut ini.

1.      Penerimaan susu segar
 
Pada mulanya, susu segar diterima dari peternak yang mengumpulkan susu segar ke dalam milk can. Kemudian, susu ini diangkut dengan truk menuju pabrik. Pada umumnya, pabrik susu akan menerima susu dari jam 06.00 hingga 14.00. Setelah jam tersebut berlalu, pabrik susu tidak akan menerima susu lagi, karena susu tersebut dikhawatirkan telah rusak akibat mikroba.

Sebelum susu tersebut diolah, dilakukan pengujian terhadap kualitasnya, meliputi uji bakteriologis, uji fisis, dan uji organoleptis yang dilakukan oleh bagian Quality Control.

Setelah susu segar lulus seleksi, susu tersebut kemudian dipompa ke balance tank untuk menyeimbangkan alirannya dan mengukur volumenya.

2.      Penyaringan
 
Setelah melewati balance tank, susu kemudian akan disaring dengan duplex filter agar benda-benda asing tidak mengotori susu, seperti debu, bulu, pasir, dan lainnya.

Setelah itu, susu dipindahkan ke plate cooler untuk dilakukan proses pendinginan. Susu yang masuk ke dalam plate cooler akan menyebabkan unsur mikroba dalam susu menjadi tidak aktif atau dengan kata lain dapat mencegah kerusakan pada susu.

3.      Pasteurisasi
 
Tahapan ini dilakukan dengan tujuan untuk membunuh semua mikroba pathogen yang merusak susu dan menyebabkan penyakit pada bayi. Mikroba di dalam susu pada umumnya dapat menyebabkan penyakit TBC, penyakit Q fever, penyakit enteric seperti thypoid atau parathypoid, dan penyakit yang menyebabkan radang otak pada bayi.

Pasteurisasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu pemanasan pada suhu tinggi untuk waktu yang sangat pendek dan pemanasan dalam suhu rendah untuk waktu yang cukup panjang.

4.      Pencampuran
 
Pada tahap pencampuran ini, semua bahan baku dan bahan tambahan akan disatukan dalam sebuah tangki pencampuran. Susu yang telah melalui tahap evaporasi akan dialirkan ke tangki pencampuran.

Tetapi sebelumnya, susu evaporasi akan dipanaskan terlebih dahulu pada alat plate heat exchanger pada suhhu 55-60 derajat C

5.      Pengeringan
 
Dalam tahap ini, susu dipanaskan dengan suhu berkisar 70-80 derajat C. Pada tahap inilah susu cair akan berubah menjadi susu bubuk. Susu yang telah dipanaskan tersebut, kemudian dialirkan ke pompa bertekanan tinggi dan disemprotkan ke spray dryer melalui lubang nozzle sampai terbentuk susu bubuk.

6.      Pengemasan dan uji kualitas
 
Selanjutnya, susu dikemas dan diuji kualitasnya. Pengujian kualitas ini dilakukan agar susu tetap memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pengujian bisa dilakukan dengan beebrapa cara, yaitu uji pH, uji lemak, uji alcohol, dan lainnya.

Inilah uraian singkat mengenai proses pembuatan susu bubuk. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.




Leave a Reply