Pengujian


Cara Cepat Hamil

1. KESERAGAMAN BOBOT TABLET

ALAT                     : Metler Toledo

PROSEDUR           : 1. Timbang tiap tablet setelah proses tabletasi

2. Jika tablet diluar rentang tablet yang ditentukan (138,7-161,2) atur ulang alat tabletasi sehingga tablet berada di dalam rentang

3. Tablet ditimbang 20 kali mewakili 750 tablet

 

Bobot tablet yang direncanakan     : 150 mg

Rentang bobot                                : ±7,5% ( 138,7-161,2)

NO.

BOBOT TABLET (mg)

NO.

BOBOT TABLET (mg)

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

150,5

152,9

152,0

156,8

152,1

157,6

155,1

150,7

150,9

151,4

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

153,0

153,5

152,3

143,5

153,2

153,1

145,7

153,5

157,5

155,3

Bobot tablet rata-rata                  : 152,5 mg

Kesimpulan                   : Bobot tablet yang diukur sesuai dengan                    yang ditentukan

2. KESERAGAMAN UKURAN TABLET

ALAT                    : Jangka sorong

PROSEDUR           : 1. Tablet diukur diameternya dalam keadaan

horizontal dengan jangka sorong

2. Tablet diukur tebalnya dalam keadaan vertikal dengan jangka sorong

 

NO.

DIAMETER (mm)

TEBAL(mm)

D/T (mm)

1.

2.

3.

4.

5.

8,0

8,0

8,0

8,0

8,0

2,40

2,30

2,35

2,35

2,30

3,33

3,48

3,40

3,40

3,48

 

Rata-rata                 : D=8,0 mm; T=2,34mm; D/T= 3,42mm

Persyaratan              : Kecuali dinyatakan lain diameter tablet tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 1/3 tablet (FI III hal.6)

Kesimpulan             : Diameter tablet yang dibuat tidak memenuhi persyaratan untuk sediaan tablet pada umumnya

 

 

3. WAKTU HANCUR TABLET

ALAT                     : Erweka Cakram Disintegrasi

PROSEDUR        : 1. Tablet dimasukkan pada masing-masing 6 tabung        dari keranjang

2. Cakram dimasukkan pada setiap tabung kemudian keranjang dimasukkan ke dalam media air suhu 37?C±2?C kemudian alat dijalankan

3. Setelah semua tablet terdisintegrasi sempurna     keranjang diangkat dari media

4. Catat waktu yang diperlukan sampai semua tablet terdisintegrasi sempurna

 

NO.

WAKTU HANCUR ( detik )

1.

2.

3.

4.

5.

6.

129,0

166,0

165,0

161,0

131,0

198,0

 

Rata-rata              : 158,3 detik

Persyaratan           : Waktu hancur sediaan tablet kurang dari 30 menit

(USP XIX p.427)

Kesimpulan          : Tablet yang dibuat memenuhi persyaratan waktu   hancur

 

 

4. KEKERASAN TABLET

ALAT                    : Erweka TBH 220 Hardness Tester

PROSEDUR           : 1. Nyalakan alat dengan menekan tombol “ON”

2. Meletakkan tablet di tangah-tangah besi penahan

 

 

 

 

 

NO.

KEKERASAN (kp)

NO.

KEKERASAN (kp)

1.

2.

3.

4.

5.

5,47

4,66

4,78

5,16

4,66

6.

7.

8.

9.

10.

5,10

5,22

5,16

5,85

5,41

 

 

 

 

 

Rata-rata                 : 5,15 kp

Persyaratan              : Rentang kekerasan tablet antara 4-8 kp

(Pharmaceutical Dosage Form Tablet Vol.2 p. 244)

Kesimpulan             : Tablet yang diuji kekerasannya sesuai dengan rentang yang telah ditentukan

 

 

5. KERAPUHAN TABLET

ALAT                     : Erweka Friabilator Type TAP

PROSEDUR           : 1. Alat dihubungkan dengan arus listrik

2. Ditimbang sejumlah 20 tablet yang akan diuji kerapuhannya

3. Tablet dimasukkan ke dalam wadah kemudian wadah dipasang ke arah pemutar

4. Tunggu sampai alat berhenti berputar, lepaskan wadah dan alat pemutar

5. Keluarkan tablet dari wadah kemudian timbang 20 tablet tersebut

NO.

BOBOT AWAL (g)

BOBOT AKHIR (g)

KERAPUHAN (%)

1.

2.

3.

3185,2

3172,5

3146,3

3153,9

3139,8

3114,1

0,98

1,03

1,02

 

 

 

Rata-rata                 : 1,01%

Persyaratan              : Kerapuhan tablet 0,5-1%

(Pharmaceutical Dosage Form)

Kesimpulan             : Tablet yang dibuat tidak memenuhi persyaratan

 


Leave a Reply