apotik online terpercaya

KLASIFIKASI DIARE

| July 18, 2012 | 0 Comments

 

Menurut Wells and Dipiro, 2003, diare dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. 1.   Diare Akut

Diare akut yang tidak disertai demam, dehidrasi yang parah, darah atau mucus pada faeces, dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3 – 7 hari.

2.   Diare Kronik

Diare kronik memiliki penyebab dan prognosis yang sangat bervariasi.

  1. 1.   Diare primer

Diare yang bukan akibat dari penyakit lain.

  1. Diare sekunder

Diare yang disebabkan oleh penyakit lainnya.

 

Menurut Darmansyah, 2001, diare dapat diklasifikasikan sebagai :

  1. Diare aspesifik

Diare jenis ini disebabkan oleh virus, toksin, kuman, makanan, intoleransi susu.

  1. Diare spesifik

Diare jenis ini disebabkan oleh amoeba, disentri, radang usus.

 

Menurut Marcellus, 2002, klasifikasi diare adalah :

  1. 1.   Diare akut

Diare akut adalah diare yang onset gejalanya tiba-tiba.

  1. Diare kronik

Diare kronik yaitu diare yang berlangsung lebih dari 15 hari.

  1. 1.   Diare infektif

Diare infektif adalah bila penyebabnya infeksi.

  1. Diare noninfektif

Diare non infektif bila tidak ditemukan infeksi sebagai penyebab pada kasus tersebut.

  1. 1.   Diare organik

Diare organik adalah bila ditemukan penyebab anatomik, bakteriologik, hormonal, atau toksikologik.

  1. Diare fungsional

Diare fungsional bila tidak ditemukan oenyebab organik.

  1. 1.   Steatora

Staetora ialah buang air besar berwarna kepucatan, bulky yang mengandung lemak, dapat mengembang di air. Faeces yang mengembang ini disebabkan oleh peningkatan kandungan udara. Pasien dengan steatora sering mengeluh diare, tetapi kadang kala mereka dapat hanya buang air besar satu kali per hari.

  1. Diare berdarah
  2. Diare non steatora non berdarah
  3. 1.   Diare Osmotik

Diare terjadi karena peningkatan tekanan osmotik isi lumen usus disebabkan oleh adanya substansi hipertonik non absorbsi dalam jumlah besar di dalam lumen usus sehingga cairan tertarik masuk ke dalam luen usus melalui mukosa usus yang merupakan membran semipermeabel.

  1. Diare sekretorik

Pada diare ini terjadi peningkatan sekresi cairan-elektrolit dari usus secara aktif dan menurunnya absorbsi.

  1. Malabsorbsi asam empedu, metabolisme lemak

Pada diare ini terjadi gangguan pembentukan micelle empedu.

  1. Gangguan permeabilitas usus

Terjadi kelainan morfologi usus pada membran epitel spesifik sehingga permeabilitas mukosa usus halus dan usus besar terhadap air dan garam/elektrolit terganggu.

  1. Defek sistem pertukaran anion/transport elektrolit aktif di eritrosit

Terjadi penghentian mekanisme transport ion aktif pada Na+K+ATP-ase di eritrosit dan gangguan absorbsi Na+ dan air.

 

 

  1. Gangguan motilitas dan waktu transit usus

Terjadi hipermotilitas yang lebih cepat, tak teratur sehingga isi usus tidak sempat di absorbsi.

  1. Diare inflamatorik

Diare timbul karena kerusakan sel mukosa usus, terjadi eksudasi cairan, elektrolit, dan mukus yang berlebihan sehingga ada kehilangan cairan dan darah. Selain itu ada kerusakan absorbsi cairan dan elektrolit. Penyebab yang sering yaitu keadaan infeksi misalnya disentri karena Shigella dan keadaan inflamatorik misalnya kolitis ulseratif.

  1. Diare pada infeksi

-          Infeksi bakteri

Diare hebat cholera like terjadi karena enterotoksin yang menimbulkan diare sekretoik. Penyebab yaitu P. cholera dan E. coli enterotoksigenik. Diare disentri terjadi karena invasi dan kerusakan mukosa usus atau diare cholera like yang terjadi karena penetrasi dan invasi sistemik. Penyebabnya yaitu Shigella, Enteroinvasive, E. coli, Yersenia enterocolitica dan Salmonella.

-          Infeksi virus

Mekanisme diare belum diketahui dengan jelas. Pada percobaan binatang  ditemukan adanya kerusakan epitel mukosa superfisial. Mekanisme lain yang mungkin yaitu adanya pengurangan absorbsi air dan Na, aktivitas disakaridase menurun, sedangkan aktivitas adenisiklase tidak berubah, akibatnya terjadi akumulasi disakaridase di dalam lumen usus lalu akan terjadi diare osmotik. Pada anak, rotavirus merupakan penyebab utama.

-          Infeksi parasit

Diare terjadi melalui kerusakan sel epitel mukosa usus, lalu terjadi malabsorbsi. Penyebab yang sering yaitu Giardia lamblia.

-          Diare pada infeksi sistemik

Mekanisme belum diketahui dengan pasti sering mengenai bayi yang mengalami infeksi traktus respiratorius, traktus urinarius, dan otitis media. Kemungkinan disebabkan karena respon sistem saraf yang bervariasi tergantung dari maturitas individu.

-          Diare pada malnutrisi

Mekanisme sangat kompeks dan sangat terkait antara malnuterisi-diare-infeksi sehingga dapat berlangsung lama.

-          Diare turis (Traveller’s diarrhea)

Mengenai orang yang bepergian atau berkeliling di luar negara mereka terutama negara berkembang, biasanya berakhir 2-5 hari. Diare ini disebabkan adanya infeksi pencemar makanan/minuman yang dimakan turis yang datang ke negara berkembang/tropis.

 

Category: Penyembuhan Penyakit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *