apotik online terpercaya

Ibuprofen

| August 7, 2012 | 0 Comments

Ibuprofen adalah golongan obat antiradang nonsteroid derivat asam propionat yang pada dosis 200 mg hanya mempunyai efek pereda nyeri dan penurun demam. Obat ini mempunyai daya inflamasi yang tidak terlalu kuat. Efek analgesiknya sama seperti aspirin.

 

Nama kimia

(RS)-2-(4-(2-methylpropyl)phenyl)propanoic acid

C13H18O2    BM = 206.28

 

Pemerian

Serbuk hablur, putih hingga hampir putih; berbau khas lemah.

 

Indikasi

Ibuprofen digunakan untuk menurunkan demam dan nyeri untuk anak, meringankan nyeri ringan sampai sedang antara lain nyeri pada dismenore primer, nyeri pada penyakit gigi atau pencabutan gigi, nyeri pascaoperasi, sakit kepala, gejala nyeri tulang dan sendi, pegal linu, terkilir.

 

Kontraindikasi

  1. Penderita dengan tukak lambung dan duodenum (ulkus peptikum) yang berat dan aktif.
  2. Penderita yang alergi terhadap ibuprofen dan obat antiinflamasi nonsteroid yang lain.
  3. Penderita asma, polip hidung, angioedema, reaksi bronkhospastik terhadap aspirin atau obat anti inflamasi nonsteroid yang lain.
  4. Kehamilan tiga bulan terakhir.

 

Peringatan

  1. Harus digunakan dengan hati-hati pada pasien usia lanjut, selama kehamilan dan menyusui; pada gangguan alergi, dan pada gangguan koagulasi.
  2. Tidak boleh melebihi dosis yang di anjurkan.
  3. Penggunaan ibuprofen harus hati-hati pada penderita lupus eritema sistemik dan gangguan fungsi ginjal dan hati karena dapat mengakibatkan memburuknya gungsi ginjal, dosis harus dijaga serendah mungkin.
  4. Karena ibuprofen dapat menyebabkan bronkhospasme maka hati-hati pada penderita asma dan penderita yang pernah mengalami bronkhospasme pada waktu menggunakan obat antiradang nonsteroid yang lain.
  5. Hati-hati penggunaan ibuprofen pada penderita penyakit gagal jantung.

 

Farmakokinetika

  1. Kadar puncak dalam plasma setelah 1-2 jam dan waktu paruh dalam plasma 2 jam.
  2. Mula kerja analgesik sekitar 30 menit dan lama kerjanya 4-6 jam.
  3. 90% terikat dengan protein plasma.
  4. Metabolisme terjadi di hati.
  5. Ekskresi berlangsung cepat dan lengkap. Kira-kira 90% dari dosis yang diabsorbsi akan diekskresi melalui urin sebagai metabolit atau konjugatnya (hidroksilasi dan karboksilasi).

 

Interaksi

  1. Pada pemberian bersama warfarin, tetap harus waspada karena adanya gangguan fungsi trombosit yang memperpanjang masa pendarahan.
  2. Dapat mengurangi efek diuresis dan natriuresis furosemid dan tiazid.
  3. Juga dapat mengurangi efek antihipertensi obat ?-blocker, prazosin, dan kaptopril.
  4. Penggunaan bersama aspirin dapat menurunkan efek total antiinflamasi.

 

Efek Samping

  1. Efek samping terhadap saluran cerna lebih ringan dibandingkan dengan efek aspirin.
  2. (Jarang) Eritema kulit, sakit kepala trombosipenia, ambliopia toksik yang reversibel.

 

Dosis

Analgesik               : 200-400 tiap 4-6 jam, maksimum 3200 mg perhari.

Category: Obat Modern

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *