apotik online terpercaya

ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI DIARE

| July 18, 2012 | 0 Comments

1 ETIOLOGI DIARE

Menurut Soeparto, 1999, etiologi diare dapat dibagi dalam beberapa faktor yaitu :

  1. Faktor infeksi

a. Infeksi enteral, yaitu infeksi pada saluran pencernaan yang meliputi :

  • Infeksi bakteri : Vibrio, E.Coli, Salmonella Shigella, Campylobacter, Yersinia, Acromonas, dsb.
  • Infeksi Virus : Enterovirus (Coxsackie, Polieomyelitis), adenovirus, Rotavirus, astrovirus, dll.
  • Infeksi parasit : Cacing (Ascaris, Trichiuris, Oxyuris, Strongyloides) , Protozoa (Entamoeba histolytica, Giardia lamlia, Trichomonas hominis), jamur(Candida albicans).

b.Infeksi parenteral, yaitu infeksi di bagisn tubuh lain di luar alat pencernaan,

misal : Otilis Media Akut, Tonsilofaringitis,Bronkopneumonia, ensefalitis dsb.

  1. Faktor malabsorbsi
    1. Malabsorpsi karbohidrat : disakarida (intoleransi laktosa, maltosa, dan sukrosa), monosakarida (intoleransi glikosa, fructosa, dan galaktosa)
    2. Malabsorpsi lemak
    3. Malabsorpsi protein
  2. Faktor Efek Samping Obat (DiPiro, 2003)

Obat-obatan yang dapat menimbulkan diare antara lain :

  • Laksatif

Laxative abuse atau penyalahgunaan laksatif mengakibatkan kehilangan cairan tubuh dan elektrolit serta protein (hipoalbumnemia) dalam jumlah yang besar

  • Antasida yang mengandung Magnesium
  • Antineoplastik
  • Auranofin
  • Antibiotik ( Clindamycin, Tetracyclin, Sulfonamides, dan antibiotic lain yang memiliki spektrum aktifitas yang luas ).
  • Antihipertensi ( Reserpine, Guanethidine, Methyldopa, Guanabenz, Guanadrel ).
  • Obat-obat kolinergik ( Bethanecol, Neostigmine ).
  • Cardiac Agents ( Quinidine, Digitalis, Digosin ).
  • Non Steroid Anti Inflamasi Drugs ( NSAID ).
  • Prostaglindin
  • Kolkisin

4. Penyakit Endokrin

Contoh: hipertiroidism, careinoid tumor, AIDS, diabetes mellitus

5. Penyakit Neurologik

Contoh: stroke

6. Faktor makanan

Makanan basi, beracun, alergi terhadap makanan tertentu.

7. Faktor psikologis

Rasa takut dan cemas

 

3.1.1    Etiologi Diare Akut

Menurut Soeparto, 1990, diare akut dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

-          Virus                : Rotavirus, Norwalk-like virus, Astrovirus, Calcivirus

-          E. Coli              : Enteropathogenic E. Coli ( EPEC ), Enterotoxogenic E.    Coli ( ETEC), Enteroinvasive E. Coli ( EIEC ),   Enterohemorrhagic E. Coli ( EHEC ).

-          Salmonela         : S. Entereditis, S. Thypi, S. Choleraesuis

-          Shigella            : S. Dysentriae ( paling berat ), S. Flexneri, S. Boydi, S.      Sonnei ( paling ringan ).

-          Vibrio               : V. Cholerae, Vibrio nan-aglutinasi

-          Clostridium Difficile

3.1.2    Etiologi Diare kronik

Menurut Soeparto, 1999 diare kronik dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Intractable diarrhea of infacy (IDI)

Istilah ini digunakan untuk menggambarkan bayi-bayi dengan diare yang dihubungkan dengan kerusakan mukosa yang difus yang timbul sebelum bayi berusia 6, berlangsung lebi dari 2 minggu,disertai malabsorpsi dan malnutrisi, dan tidak dapat ditangani dengan tindakan konvensional. Mikroorganisme yang dapat menyebabkan kerusakan mukosa usus adalah E.Coli, Rotavirus, Giardia

  • Enteritis oleh infeksi yang berkepanjangan
  • Entero patogen yang banyak berperan dalam kejadian diare persisten adalah Shigella, E.Coli, Salmonella enteriditis, Entamoeba histolytica
  • Intoleransi protein susu sapi dan protein kedelai
  • Enteropati autoimun, defisiensi imunnogeik
  • Tumor
  • Inflammatory Bowel Disease
  • Chron Disease
  • Ulceratif Colitis

 

3.2       PATOFISIOLOGI DIARE

Menurut Goodman and Gilman, 2000 pada keadaan normal dalam satu hari 8-9 liter cairan masuk kedalam saluran pencernaan, 2 liter berasal dari makanan dan minuman, serta 7 liter berasal dari sekresi ludah , lambung, empedu pancreas dan usus halus. Kapasitas mengabsorpsi air pada kolon adalah sekitar 4-5 liter/ hari.

Mekanisme Patofisiologi diare adalah :

  • Perubahan transport ion aktif yaitu penurunan absorpsi Na+ dan peningkatan sekresi Cl-.
  • Perubahan motilitas usus
  • Peningkatan motilitas luminal
  • Peningkatan tekanan hidrostastik jaringan (Wells and DiPiro, 2003).

 

Category: Penyembuhan Penyakit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *