Daging Sapi



Daging sapi merupakan makanan yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat Indonesia. Namun, daging sapi yang dikonsumsi sehari-hari tentunya harus berasal dari hwan ternak yang baik, sehat, cukup umur, tidak memiliki kelainan dan tentunya higienis dalam pemeliharaannya.

Daging sapi yang berkualitas juga ditentukan dari cara perlakuannya. Memang tidak semua orang bisa menikmati rasa gurih dari daging sapi karena harganya yang cenderung mahal, apablagi bagi mereka yang beragama Buddha.

Makanan jenis ini merupakan pantangan terbesar bagi mereka dengan berbagai alasan. Daging yang biasanya dikonsumsi dan dijual di pasaran tradisional biasanya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu daging ternak besar yang terdiri dari sapi, kerbau, dan kambing dan daging dari ternak kecil yaitu ayam, unggas, itik, entok, dan lainnya.

Daging yang berkualitas baik ditentukan dari faktor perlakuan sesudah atau sebelum penyembelihan. Beberapa faktor sebelum penyembelihan yang sangat mempengaruhi kualitas ternak, jenis kelamin, serta umur dan pakan.

Sedangkan faktor setelah penyembelihan yang mempengaruhi cita rasa daging adalah cara memasak, pH daging, bahan tambahan termasuk dengan enzim pengempuk, hormone, marbling, metode penyimpanan, macam otot daging dan lokasi pada suatu otot daging.

Daging sapi merupakan bahan yang banyak penggemarnya di seluruh dunia. Meskipun harganya cukup mahal, namun mempunyai rasa selangit yang bisa membuat lidah orang bergoyang. Di samping rasanya yang enak dan khas, daging sapi juga merupakan salah satu sumber gizi manusia.

Untuk lebih jelas mengenai daging sapi dan kandungan gizi di dalamnya, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

  • Protein

 

Protein merupakan bahan utama pembentuk struktur organ tubuh kita, misalnya tulang dan otot serta pembentuk seluruh jaringan tubuh. selain itu, protein juga sangat penting untuk pembentukan enzim, hormone, membran sel, sistem kekebalan tubuh, dan pembentukan sel-sel darah merah di dalam tubuh janin.

Asupan gizi protein di dalam tubuh bisa dipenuhi dengan cara mengonsumsi daging sapi. Menurut perhitungan oleh para ahli gizi di dunia, setiap 100 gram daging sapi terdapat 19 hingga 20 gram protein.

Pada makanan jenis olahan daging sapi, misalnya korned, dendeng, atau daging asap, maka kandungan proteinnya jauh lebih tinggi, yaitu 24 hingga 55 gram protein per 100 gram daging sapi. Dengan kata lain, dengan mengonsumsi 200 gram daging sapi anda bisa memenuhi kebutuhan protein dalam satu hari, yaitu sekitar 48 gram.

  • Lemak

 

Selain itu, daging sapi juga mengandung sejumlah lemak yang sangat berguna sebagai sumber kalori yang besar, dimana 1 gram lemak menghasilkan 9 kal atau dua kali dari kapasitas karbohidrat. Selain itu, lemak juga bisa berperan sebagai pelindung organ tubuh tertentu, misalnya biji mata dan ginjal.

Lemak juga merupakan senyawa yang dapat melarutkan vitamin A, D, E, K dan membangun bagian sel dan jaringan tubuh tertentu, misalnya orak, saraf, jaringan otot, hati, ginjal, membran sel dan berbagai organ penting lainnya.

Daging sapi ini sendiri mengandung sekitar 22 gram lemak per 100 gramnya. Jadi, dengan mengonsumsi 100 gram daging sapi, maka anda telah memenuhi 10% dari kebutuhan energi tubuh kita dalam satu hari.

  • Vitamin dan mineral

 

Daging sapi juga mengandung vitamin dan mineral yang cukup tinggi, misanya vitamin B1, B2, kalsium, dan zat besi. Kedua jenis vitamin ini sangat penting untuk proses metabolisme di dalam tubuh dan sebagai co-enzim pembentuk energi.

Adapun zat mineral, seperti zat besi dan kalsium yang berperan penting dalam meningkatkan efisiensi transmisi saraf pada otak manusia dan mengoptimalkan proses pembentukan sel darah merah.

Perlu anda perhatikan beberapa hal sebelum anda mengonsumsi daging sapi, karena daging sapi memiliki banyak sekali perbedaan kualitas dan jenis. Kualitas daging sapi yang terbaik berasal dari sapi muda yang bertekstur halus, berwarna merah cerah, memiliki bau yang khas dan tentunya rasa yang enak.

Semakin tua sapi, maka semakin kasar dan gelap pula tekstur dagingnya. Selain itu, sapi yang makan rumput  jauh lebih berkualitas dibandingkan yang tidak makan rumput.


Cara Cepat Hamil

Leave a Reply